
Ada kehilangan yang tidak selesai hanya dengan kata ikhlas. Ada pula penyesalan yang tetap tinggal meski orang yang ingin kita temui sudah tidak mungkin kembali.
Perasaan semacam itulah yang menjadi salah satu kekuatan Seni Merayu Tuhan, film Indonesia terbaru yang tayang di bioskop mulai 13 Agustus 2026. Alih-alih sekadar menghadirkan cerita religi penuh nasihat, film ini mencoba membawa penonton mengikuti perjalanan seseorang yang perlahan kembali mencari arah setelah kehilangan.
Seni Merayu Tuhan, Bukan Sekadar Film Religi
Disutradarai Cesa David Luckmansyah, Seni Merayu Tuhan menghadirkan Ari Irham sebagai Hikmah dan Lutesha sebagai Sophia. Film berdurasi sekitar 115 menit ini memadukan drama keluarga, romansa, kehilangan, dan pencarian spiritual.
Yang menarik, film ini tidak langsung menempatkan Hikmah sebagai sosok yang sudah menemukan jawaban atas kehidupannya.
Justru sebaliknya.
Hikmah digambarkan sebagai seseorang yang masih sibuk dengan kehidupannya sendiri. Sampai sebuah kehilangan membuatnya berhadapan dengan berbagai hal yang selama ini mungkin ia abaikan.
Di sinilah film mulai terasa personal.
Ketika Kehilangan Membuka Luka Lama

Kekuatan terbesar Seni Merayu Tuhan menurut saya ada pada hubungan Hikmah dengan ibunya.
Film ini mengingatkan bahwa hubungan anak dan orang tua tidak selalu berjalan sempurna. Ada kesibukan, jarak, perkataan yang belum sempat disampaikan, hingga perhatian yang baru terasa nilainya setelah semuanya terlambat.
Karena itu, kesedihan dalam film ini tidak hanya berasal dari kehilangan seseorang.
Tetapi juga dari kesempatan yang sudah tidak bisa diulang.
Buat penonton yang pernah merasa terlalu sibuk untuk keluarga atau pernah menyesal karena belum mengatakan sesuatu kepada orang terdekat, bagian ini berpotensi menjadi salah satu momen paling mengena.
Ari Irham dan Lutesha, Bagaimana Chemistry-nya?

Sebagai Hikmah, Ari Irham cukup berhasil memperlihatkan karakter yang sedang berada dalam fase kebingungan dan pencarian.
Sementara itu, Lutesha sebagai Sophia memberikan warna berbeda melalui hubungan mereka yang tidak hanya berbicara soal cinta, tetapi juga perbedaan keyakinan dan pilihan hidup.
Chemistry keduanya cukup menarik, meskipun bagi saya hubungan romantis bukanlah bagian paling kuat dari film ini.
Justru drama keluarga dan perjalanan emosional Hikmah terasa jauh lebih menonjol.
Apakah Film Ini Terlalu Menggurui?
Ini mungkin pertanyaan yang paling penting untuk film bertema religi.
Untungnya, Seni Merayu Tuhan tidak sepenuhnya terasa seperti film yang berdiri di depan penonton sambil memberikan ceramah.
Pesan spiritualnya lebih banyak disampaikan melalui perjalanan karakter.
Penonton diajak melihat seseorang yang sedang mencari jawaban, bukan sekadar diberi tahu apa jawaban yang benar.
Namun, film ini tetap memiliki beberapa bagian yang terasa agak lambat. Banyaknya tema yang dibawa—keluarga, kehilangan, agama, percintaan, hingga pencarian jati diri—membuat beberapa bagian terasa belum sama kuatnya.
Review Jujur Seni Merayu Tuhan: Layak Ditonton?

Menurut saya: layak, terutama kalau kamu suka drama yang mengandalkan emosi dan refleksi.
Seni Merayu Tuhan bukan film yang menawarkan plot super rumit atau kejutan besar. Daya tariknya justru terletak pada pertanyaan sederhana yang mungkin ikut terbawa pulang setelah bioskop selesai.
Apakah kita benar-benar sudah menghargai orang yang kita sayangi sebelum mereka pergi?
Dan mungkin, di situlah makna judul Seni Merayu Tuhan terasa.
Film ini bukan hanya tentang manusia yang meminta sesuatu kepada Tuhan. Lebih dari itu, ia berbicara tentang manusia yang belajar menerima bahwa tidak semua hal dalam hidup bisa berjalan sesuai keinginannya.
⭐ Rating: 3,5/5
Cocok untuk: penggemar drama keluarga, film religi, cerita kehilangan, dan kisah yang membuat penonton ikut melakukan refleksi.
Kurang cocok untuk: penonton yang mencari film dengan tempo cepat, konflik besar, atau plot twist yang intens.
Pada akhirnya, Seni Merayu Tuhan mungkin tidak sempurna. Tetapi film ini punya satu hal yang cukup sulit dibuat: perasaan yang tetap tinggal setelah layar bioskop menjadi gelap.