
Bapakmu Kiper hadir bukan sekadar sebagai film tentang pertandingan sepak bola antarkampung. Di balik riuhnya dunia tarkam, film terbaru garapan Ody C. Harahap ini justru membawa cerita tentang hubungan ayah dan anak yang penuh luka, rasa kecewa, serta kesempatan untuk memperbaiki masa lalu.
Dibintangi Fedi Nuril dan Ali Fikry, film ini mempertemukan keduanya sebagai ayah dan anak yang harus menghadapi konflik keluarga sekaligus perjuangan di lapangan hijau. Film produksi Entelekey Sinema Indonesia tersebut resmi tayang di bioskop Indonesia pada 3 September 2026 dengan durasi sekitar 90 menit.
Sinopsis Bapakmu Kiper
Cerita berpusat pada Ronaldhino Sujatmiko alias Dino (Ali Fikry), remaja 18 tahun yang memiliki impian menjadi pesepak bola profesional.
Dino mendapatkan kesempatan mengejar mimpinya melalui Tarkam Super Cup, sebuah ajang sepak bola antarkampung yang bisa membuka jalan bagi bakat-bakat muda untuk dilirik pencari bakat.
Namun, perjalanan Dino tidak berjalan mulus.
Hubungannya dengan sang ayah, Warto (Fedi Nuril), telah lama renggang. Dino menyimpan kekecewaan mendalam terhadap ayahnya dan bahkan meyakini bahwa Warto memiliki kaitan dengan kematian ibunya.
Warto sendiri merupakan mantan pemain tarkam yang pernah dikenal sebagai kiper. Kini ia menjalani kehidupan sebagai penjual ikan dan masih dibayangi masa lalunya sebagai penjudi bola.
Ketika tim kebanggaan Dino, Serigala Sakti, mengalami masalah menjelang pertandingan final, kesempatan Warto untuk kembali mendekati anaknya pun terbuka.
Alih-alih hanya memberikan nasihat, Warto memilih turun langsung ke lapangan.
Ia membentuk kembali tim lamanya, Serigala Tua, dengan mengumpulkan para mantan pemain yang kini telah menjalani kehidupan berbeda. Mereka bukan lagi pemain muda yang prima, melainkan bapak-bapak pasar yang bekerja sebagai kuli panggul, hansip, montir, hingga orang-orang dengan masa lalu yang tidak kalah berwarna.
Dan yang kembali berdiri di posisi penjaga gawang?
Tentu saja, Warto sendiri.
Fedi Nuril Jadi Ayah yang Berusaha Memperbaiki Masa Lalu

Peran Warto menjadi salah satu daya tarik utama Bapakmu Kiper.
Setelah cukup sering tampil sebagai karakter ayah dalam berbagai film, kali ini Fedi Nuril mendapatkan karakter yang tidak sempurna. Warto adalah sosok ayah yang memiliki kesalahan, masa lalu yang rumit, dan hubungan yang rusak dengan anaknya.
Namun, ia masih memiliki satu kesempatan untuk memperbaiki semuanya.
Fedi Nuril sebelumnya mengungkapkan bahwa dirinya tertarik dengan film ini karena ceritanya terasa lucu, hangat, sekaligus memiliki kedekatan emosional dengan banyak keluarga Indonesia. Ia juga menilai kisah tentang sepak bola tarkam masih jarang mendapatkan ruang dalam film layar lebar.
Hal tersebut membuat perjalanan Warto terasa lebih dari sekadar perjuangan memenangkan pertandingan.
Ia sebenarnya sedang berusaha memenangkan kembali hati anaknya.
Ali Fikry Berperan sebagai Dino

Di sisi lain, Ali Fikry memerankan Dino, seorang remaja yang memiliki bakat sebagai striker dan ingin mendapatkan kesempatan untuk masuk ke dunia sepak bola profesional.
Dino bukan karakter anak yang dengan mudah menerima bantuan ayahnya.
Luka masa lalu membuatnya memilih untuk mandiri. Baginya, Warto bukan sosok yang bisa begitu saja kembali hadir dan menganggap semuanya baik-baik saja.
Inilah yang membuat hubungan keduanya menjadi salah satu konflik utama dalam film.
Dino ingin mengejar masa depannya.
Warto ingin memperbaiki masa lalu.
Dan sepak bola menjadi titik temu keduanya.
Dunia Tarkam Jadi Daya Tarik Utama
Salah satu hal yang membuat Bapakmu Kiper terasa berbeda adalah keberaniannya mengangkat budaya tarkam atau pertandingan antarkampung sebagai bagian penting cerita.
Tarkam bukan sekadar pertandingan sepak bola biasa. Dunia ini memiliki atmosfer tersendiri: lapangan kampung, pemain lokal, gengsi antarwilayah, suporter, hingga orang-orang yang menjadikan sepak bola sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Menurut Fedi Nuril, dunia tarkam menarik karena menjadi tempat bertemunya bakat muda, ambisi, dan solidaritas masyarakat.
Film ini kemudian menggabungkan dunia tersebut dengan drama keluarga dan komedi.
Hasilnya adalah cerita yang tidak hanya berbicara tentang siapa yang mencetak gol, tetapi juga tentang siapa yang berani memperbaiki hubungan yang sudah lama rusak.
Daftar Pemain Bapakmu Kiper

Selain Fedi Nuril dan Ali Fikry, film ini menghadirkan sejumlah aktor dan komedian yang membuat suasana pertandingan semakin meriah.
Beberapa di antaranya adalah:
- Fedi Nuril sebagai Warto
- Ali Fikry sebagai Ronaldhino Sujatmiko/Dino
- Tanta Ginting sebagai Ngatiman Bengkel
- Vidi Bulle sebagai Adam Hansip
- Augie Fantinus sebagai Hendra
- Djaitov Tigor sebagai Supar Kuli
- Mas Cemen sebagai Yono Copet
- Didi Mursidi sebagai David Bekam
- Neysa Chandria sebagai Kristin
- M. N. Qomaruddin sebagai Yadi Dukun
- Arnold Kobogau sebagai Hartawan
- Dwie Yabes sebagai Deden Kobra
- Jabrik sebagai Ujang Beling
- Rian Reza sebagai Gogon Lemes
- Lucky Moniaga sebagai Jaka Bandar
- Ochi Manan sebagai Karmila.
Kombinasi aktor drama dan komedian tersebut membuat film ini punya ruang yang cukup luas untuk menghadirkan adegan emosional sekaligus humor khas kehidupan masyarakat.
Kenapa Bapakmu Kiper Menarik untuk Ditonton?

Ada beberapa alasan film ini cukup menarik untuk masuk daftar tontonan September 2026.
Pertama, tema sepak bolanya tidak biasa.
Alih-alih membawa penonton ke dunia klub profesional, film memilih mengangkat sepak bola tarkam yang jauh lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.
Kedua, konfliknya bukan hanya soal pertandingan.
Ada hubungan ayah-anak yang menjadi inti cerita. Penonton diajak melihat bagaimana seseorang mencoba memperbaiki kesalahan yang sudah terlanjur meninggalkan luka.
Ketiga, ada kombinasi drama dan komedi.
Cerita tentang bapak-bapak yang kembali membentuk tim sepak bola tentu memberikan banyak ruang untuk momen absurd dan menghibur.
Namun, di balik kelucuannya, tetap ada pertanyaan emosional yang menjadi inti cerita:
Apakah Warto bisa memenangkan pertandingan sekaligus mendapatkan kembali kepercayaan Dino?
Bapakmu Kiper, Ketika Sepak Bola Menjadi Jalan Pulang
Pada akhirnya, Bapakmu Kiper menggunakan sepak bola sebagai lebih dari sekadar latar cerita.
Lapangan hijau menjadi tempat Warto mencoba mendapatkan kesempatan kedua. Sementara bagi Dino, pertandingan menjadi jalan untuk mengejar mimpi sekaligus menghadapi luka yang selama ini ia simpan.
Dengan perpaduan drama keluarga, komedi, dan sepak bola tarkam, film ini menawarkan cerita yang cukup dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia.
Karena terkadang, pertandingan paling sulit bukanlah pertandingan di lapangan.
Melainkan pertandingan untuk memenangkan kembali kepercayaan orang yang paling kita sayangi.