
Toko Perlengkapan Mayat menjadi salah satu film horor Indonesia yang paling mencuri perhatian pada Agustus 2026. Mengangkat tema pesugihan yang dipadukan dengan budaya lokal Sulawesi, film ini menawarkan kisah mencekam yang berbeda dari kebanyakan film horor Tanah Air.
Disutradarai sekaligus ditulis oleh Surya Darmawan, film berdurasi sekitar 79 menit ini diproduksi oleh YC Entertainment dan Affor Entertainment. Mengusung latar sebuah toko perlengkapan jenazah, film ini menghadirkan perpaduan horor supranatural, drama keluarga, dan konsekuensi mengerikan dari sebuah perjanjian gaib.
Sinopsis Toko Perlengkapan Mayat
Cerita berpusat pada Daeng Sarro, seorang pria yang berusaha mempertahankan toko perlengkapan jenazah warisan keluarganya. Di tengah kondisi ekonomi yang semakin sulit, usaha tersebut terus merugi hingga membuatnya kehilangan harapan.
Demi menyelamatkan bisnis keluarga, Daeng Sarro memilih jalan pintas dengan menjalani ritual pesugihan yang dipercaya mampu mendatangkan banyak pelanggan. Namun, ritual tersebut memiliki syarat yang sangat mengerikan, yakni memberikan tumbal berupa potongan tubuh manusia sebagai bagian dari perjanjian dengan kekuatan gaib.
Awalnya, usaha yang nyaris bangkrut itu berubah menjadi sangat ramai. Keuntungan terus berdatangan dan toko miliknya menjadi tujuan utama masyarakat. Sayangnya, keberhasilan tersebut ternyata harus dibayar dengan harga yang mahal.
Teror demi teror mulai menghantui keluarga Daeng Sarro. Sosok misterius bermunculan, berbagai kejadian gaib tak bisa dijelaskan, hingga kutukan yang mengancam seluruh garis keturunannya. Kini, ia harus menghadapi konsekuensi dari ambisi yang telah membawanya pada malapetaka.
Daftar Pemain Toko Perlengkapan Mayat

Film ini diperkuat oleh deretan pemain yang didominasi talenta asal Sulawesi, di antaranya:
- Armhada Sijaya sebagai Daeng Sarro
- Dwiaffor sebagai Dwi
- Ivana Meylanda Saragih sebagai Aulia
- Bambang Mosaja sebagai Iccang
- A. Noufah Patadjangi
- Baba Ong Sugiati
- Muh. Arif Budiman
- Ahmad Mukhtar
- Amir Desar
- Siti Sahrani Syifa
- Muda Shifa
5 Fakta Menarik Toko Perlengkapan Mayat

1. Mengangkat Ritual Pesugihan Khas Sulawesi
Berbeda dengan banyak film horor Indonesia yang mengangkat mitos Jawa, Toko Perlengkapan Mayat mengeksplorasi praktik ilmu hitam dan ritual mistis yang berkembang di Sulawesi. Hal ini memberikan nuansa baru sekaligus memperkaya keragaman budaya dalam perfilman horor Indonesia.
2. Berlatar Toko Perlengkapan Jenazah
Latar utama film ini bukan rumah tua atau desa angker, melainkan sebuah toko yang menjual berbagai perlengkapan pemakaman seperti kain kafan, peti mati, hingga perlengkapan pemandian jenazah. Konsep tersebut membuat atmosfer horornya terasa berbeda sejak awal cerita.
3. Horor yang Dibalut Drama Keluarga
Selain menghadirkan teror supranatural, film ini juga mengangkat konflik keluarga, tekanan ekonomi, dan dilema moral seorang kepala keluarga yang rela melakukan apa saja demi mempertahankan usahanya. Perpaduan ini membuat cerita terasa lebih emosional dan tidak hanya mengandalkan jumpscare.
4. Disutradarai oleh Surya Darmawan
Surya Darmawan tidak hanya bertindak sebagai sutradara, tetapi juga menulis naskah film ini. Pendekatan tersebut membuat visi cerita terasa lebih utuh, terutama dalam membangun suasana mencekam yang dipadukan dengan unsur budaya lokal Sulawesi.
5. Membawa Pesan Moral tentang Ambisi
Di balik kisah horornya, film ini menyampaikan pesan bahwa jalan pintas demi memperoleh kekayaan atau kesuksesan sering kali membawa konsekuensi yang jauh lebih besar. Ambisi yang menghalalkan segala cara justru menjadi awal dari kehancuran diri sendiri dan keluarga.
Apakah Toko Perlengkapan Mayat Layak Ditonton?

Bagi pencinta film horor Indonesia, Toko Perlengkapan Mayat menawarkan pengalaman yang cukup segar. Selain mengangkat tema pesugihan yang sudah akrab di telinga masyarakat, film ini menghadirkan perspektif baru melalui budaya Sulawesi yang masih jarang diangkat ke layar lebar.
Dengan latar toko perlengkapan jenazah, konflik keluarga yang kuat, serta teror supranatural yang terus meningkat, film ini berpotensi menjadi salah satu horor lokal yang menarik untuk disaksikan pada Agustus 2026.
Penutup
Toko Perlengkapan Mayat bukan sekadar film horor tentang hantu dan kutukan. Film ini juga menyajikan kisah mengenai keserakahan, pengorbanan, dan harga mahal yang harus dibayar ketika seseorang memilih jalan pintas melalui praktik pesugihan. Bagi penggemar horor dengan sentuhan budaya lokal Indonesia, film ini menjadi salah satu tontonan yang patut masuk daftar wajib di bioskop.