
Sekilas tentang Air Mata Mualaf
- Air Mata Mualaf adalah film drama-religi karya sutradara Indra Gunawan.
- Film ini diproduksi oleh Merak Abadi Productions bersama Suraya Filem (Malaysia).
- Durasi film sekitar 111 menit.
👥 Pemain & Karakter

- Pemeran utama: Acha Septriasa memerankan tokoh Anggie — seorang wanita muda yang melakukan perjalanan spiritual dan keputusan besar dalam hidupnya.
- Pemeran pendukung antara lain: Achmad Megantara, Dewi Irawan, Rizky Hanggono, dan aktor dari luar Indonesia (Malaysia & Australia), menggambarkan latar cerita internasional.
📖 Sinopsis & Tema Utama
Air Mata Mualaf mengisahkan perjalanan Anggie — seorang wanita Indonesia yang tinggal di Sydney, Australia. Hidupnya berubah tragis ketika ia menjadi korban kekerasan dari kekasihnya. Di saat paling terpuruk, ia tersentuh dan mendapatkan pertolongan — serta ketenangan batin — setelah menghadiri sebuah masjid. Melalui proses spiritual itu, Anggie menemukan hidayah dan memutuskan untuk memeluk Islam.
Namun keputusan ini membuka konflik mendalam: penolakan dari keluarga, pergolakan batin, serta perjuangan mempertahankan pilihan hidup. Film ini bukan hanya soal “pindah agama”, melainkan tentang manusia — tentang keberanian jujur pada hati sendiri, tentang cinta dan ketakutan dalam keluarga, serta tentang proses menemukan kedamaian dan identitas.
Tema-tema besar yang diangkat: iman, pencarian jati diri, keberanian membuat keputusan, konflik keluarga, dan penerimaan.
📅 Jadwal & Publikasi
- Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 27 November 2025.
- Sebelum itu, ada premiere dan gala premiere khusus yang menjadi momen spesial bagi para pemain dan tim produksi.
- Selain di Indonesia — film ini juga direncanakan untuk rilis di beberapa negara lain (Asia Tenggara, Timur Tengah, dan negara-negara dengan komunitas diaspora) menjadi bagian dari distribusi internasional.
❤️ Mengapa Film Ini Layak Ditonton

- Kisah emosional & manusiawi — Air Mata Mualaf menawarkan narasi menyentuh tentang kehidupan nyata: bukan sekadar drama, melainkan cerminan dilema dan pemulihan jiwa.
- Performa akting kuat — Acha Septriasa dan para pemeran memerankan karakter dengan kedalaman, membawa konflik batin dan perubahan hidup ke layar dengan intensitas.
- Pesan universal tentang cinta & penerimaan — Film ini menyentuh isu sensitif seperti agama dan perbedaan, tetapi dengan pendekatan penuh empati: bahwa cinta dan penerimaan bisa hadir dalam bentuk penghormatan terhadap pilihan seseorang.
- Visual & latar internasional — Setting di Sydney dan Jakarta memberikan nuansa internasional, serta menunjukkan pengaruh budaya dan tantangan hidup perantauan.
- Refleksi spiritual dan sosial — Film ini mengajak penonton berpikir tentang pilihan hidup, toleransi, dan hak tiap individu untuk menemukan jalannya sendiri.
🎯 Untuk Siapa Film Ini Cocok?
- Untuk siapa saja yang menyukai drama emosional & spiritual
- Untuk orang yang tertarik dengan kisah mendalam tentang identitas, kepercayaan, dan keluarga
- Untuk mereka yang ingin melihat kisah perjuangan & pemulihan—tentang bagaimana manusia bisa menemukan cahaya di tengah gelap
- Untuk penonton dewasa (film ini diklasifikasikan untuk usia 17 tahun ke atas karena ada unsur kekerasan dan konflik emosional)
✨ Penutup
Air Mata Mualaf bukan sekadar film; ia adalah perjalanan — perjalanan seorang manusia yang berani mendengarkan hati, berani memilih jalan berbeda, dan berusaha memahami arti cinta dan penerimaan. Dengan cerita yang penuh haru, akting yang tulus, serta pesan spiritual dan kemanusiaan, film ini siap mengajak penonton merenung — tentang hidup, iman, dan keberanian menjadi diri sendiri. Jangan lewatkan tayangnya di bioskop pada 27 November 2025 🎞️🙏